Menggali nilai-nilai pendidikan pasca Paskibraka 2018 I ESEMKAMU
Menggali nilai-nilai pendidikan pasca Paskibraka 2018 I ESEMKAMU

Menggali nilai-nilai pendidikan pasca Paskibraka 2018 I ESEMKAMU






Trenggalek, esemkamu, bulan Agustus sudah berganti menjadi September. Artinya bulan kemerdekaan dengan segala kemeriahan peringatannya sudah berakhir, kembali pada kegiatan dan kesibukan keseharian masing-masing.

Seperti halnya dua punggawa paskibraka dari sekolah SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek, rio dan rois, kembali belajar dikelas SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek, The inspiring school. Ditemui redaksi ESEMKAMU dikelasnya masing-masing, rio dan rois menceritakan pengalaman selama di “barak’ pelatihan paskibraka di BLK Kabupaten Trenggalek.

Penuturan rio dan rois dalam pengalaman selama pendidikan di paskibraka

a.   Nilai Kedisiplinan
Setiap personil paskibraka mempunyai pengalaman tersendiri dalam dirinya. Menurut rio permadi, pertama kali masuk “barak” pelatihan, sudah terasa auranya, yaitu pendisiplinan semua anggota paskibraka. Menurut penuturannya, jam 3 pagi anggota paskibraka sudah bangun dan persiapan sholat subuh.

Selama satu bulan di barak pelatihan, perlakuan disiplin inilah yang membuat siswa menjadi terbiasa. Diceritakan oleh rois bahwa saat ini, usai paskibraka, menjadi terbiasa bangun lebih pagi, tidak seperti sebelum paskibraka, bangun telat.

Pengalaman serupa tentang bangun pagi juga dirasakan oleh rio permadi, pribadinya lebih taat menjalakan sholah tahajud dan diteruskan solat subuh. Hal inilah yang diharapkan oleh sekolah, bahwa dengan dilaksanakannya ikut serta dalam kegiatan paskibraka, berdampak besar bagi perubahan pada diri anak dan semoga meluas merata pada temannya disekolah.

b.   Nilai kekeluargaan
Setipa manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia pula membutuhkan bantuan teman (orang lain) dalam berkehidupan. Maka harapannya, hidup didunia tidak boleh anti sisial, anti masyrakat (a-sosial), karena akan berdampak buruk terhadap prbadi dan kehidupan anak tersebut.

Diceritakan oleh rois bahwa ada temannya yang salah dalam membawa bendera merah putih dari Balai Latihan Kerja menuju pendopo Kabupaten Trenggalek. Bendera yang seharusnya dijaga rapi di tangan, justru dimain-mainkan. Akibat kesalahan temannya, pelatih menhadiahi hukuman pada semua anggota paskibraka.



Menurut rio permadi, hukuman tersebut adalah semata untuk membiasakan pribadi siswa untuk berkeluarga, saling menopang dan saling membantu. Pembiasaan ini adalah ketika ada yang salah dalam menerima intruksi/keliru dalam latihan, maka kesalahan tersebut dibayar oleh semua anggota paskibraka tanpa ada yang menolak, iklas menerima hukuman bersama tanpa ada penolakan.

c.    Ilmu Pendidikan Baris-Berbaris
Pelatihan baris berbaris menginisiasi rio dan rois dalam hal memperbaiki gerakan saat pelaksanaan upacara bendera setiap hari senin.
Atas pengalamannya di paskibraka, semua kelas yang mendapat jadwal upacara dilatih oleh rois dan rio.

Sebagai salah satu tim pengibaran bendera merah putih di pendopo kabupaten Trenggalek, mereka berdua berharap pengalamannya bisa ditularkan kepada teman-temannya di SMK Muhammadiyah1  Trenggalek.


Your Reactions:

Admin
Ini adalah situs resmi SMK Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek. Kami senang dapat hadir di tengah anda, memberikan informasi dan edukasi. Dari Persyarikatan untuk Indonesia.