Demokrasi ala SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek I Admin Esemkamu.Com
Demokrasi ala SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek I Admin Esemkamu.Com

Demokrasi ala SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek I Admin Esemkamu.Com


Trenggalek, Esemkamu.Com. Jum'at 26/10/2018 pagi, dilaksanakan pemilihan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai bentuk pendidikan berdemokrasi. Tidak seperti umumnya pemilihan OSIS atau IPM (Sekolah Muhammadiyah), kini SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek menyelenggarakan Pemilihan ketua IPM dengan cara yang berbeda. ciri inilah sebagai bentuk demokrasi ala SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek.

Pada umumnya, seperti pemilihan pada tahun-tahun sebelumnya, pemilihan dilakukan hanya sekedar mengumpulkan nama setiap calon dan dikumpulkan didalam kardus, dimana setiap panitia pemilihan berkeliling kelas untuk menarik kertas suara. Itu umumnya.

Berbeda dengan apa yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek. Kini, sekolah yang berada di barat aloon-aloon kota Trenggalek ini mempunyai pembaharuan dalam tata-cara pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah ( disingkat : IPM).

Berikut merupakan pembaharuan langkah-langkah pemilihan ketua IPM di SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek :

1.    Pemilih mendatangi posko pemilihan untuk pendaftaran pemilih pada setiap kelas.
Pemilih adalah siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek tanpa terkecuali, ditambah dengan bapak ibu/guru serta karyawan. Setiap kelas, secara bergilir, terjadwal, memasuki posko pemilihan untuk melakukan pemilihan.
2.    Pemilih mendapatkan pengarahan (sosialisasi ) oleh panitia penyelenggara pemilihan.
Panitia pemilihan ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah anggota IPM dan perwakilan kelas yang terstruktur lewat MPK (majelis Perwakilan Kelas).

Dalam pemilihan ketua IPM ini, panitia dilarang keras mengikuti/terlibat kampanye / ikut mempromosikan calon ketua. Hal ini dilakukan untuk menjaga netralitas panitia pemilihan untuk menciptakan pemilihan yang berkwalitas dan bermartabat.

3.    Pemilih mengambil surat surat suara
Perlu dicermati betul bahwa, satu pemilih hanya diperkenankan mempunyai satu surat suara. Untuk menghindari penggelembungan suara, seperti surat suara ganda, panitia memverifikasi dengan cermat data pemilih, agar sesuai dan berkeadilan.

4.    Pemilih memasuki bilik suara untuk memilih Calon ketua IPM dengan cara mencoblos salah satu pada kotak setiap calon.
Bilik suara dibuat seperti pemilu di Indonesia, tertutup dan agar terjaga kerahasiaannya.
Pemilih dilarang melihat hasil pencoblosan milik pemilih lain, dilarang berdialog untuk memilih calon saat didalam bilik suara, pemilih dilarang memprovokasi dan mempengaruhi pemilih lain untuk mencoblos salah satu calon, pemilih dilarang keras membantu/mengarahkan pemilih untuk mencoblos.

5.    Setelah proses pencoblosan selesai, pemilih melipat surat suara dan memasukkan kedalam kota suara yang telah disediakan.
Surat suara yang telah dicoblos, dilipat seperti sedia kala dan dimasukkan kedalam kotak suara yang telah disiapkan.
Pemilih dilarang menyembunyikan surat suara atau bahkan membawa pulang surat suara hasil pencobosannya.


6.    Pemilih yang telah mencoblos dan memasukkan surat suara kedalam kotak suara, menempelkan jari tangannya pada tinta sebagai tanda telah melakukan pencoblosan.
      

Your Reactions:

Admin
Ini adalah situs resmi SMK Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek. Kami senang dapat hadir di tengah anda, memberikan informasi dan edukasi. Dari Persyarikatan untuk Indonesia.