-->
Menjadi Guru Hebat l refleksi akhir Tahun 2018 l admin esemkamu.com
Menjadi Guru Hebat l refleksi akhir Tahun 2018 l admin esemkamu.com

Menjadi Guru Hebat l refleksi akhir Tahun 2018 l admin esemkamu.com

Seorang guru matematika seketika marah didalam kelas saat mengajar. Pasalnya ada seorang siswanya tidak mampu merinci bilangan ganjil, padahal siswa yang lain lancar merinci dengan baik dan benar. Dengan geramnya sang guru berkata, " bagaimana bisa kamu tidak mampu menjawab, padahal itu soal yang mudah sekali , teman kamu saja bisa ".

Saat diajar materi pembelajaran baha inggris, ada satu siswa yang selalu saja tidur didalam kelas. Dia melakukannya setiap kali pelajaran bahasa inggris berlangsung. Hingga seorang gurunya merasa lelah menghadapi kelakuan siswanya dan melaporkan ke guru BK. Ketika membangunkannya sang guru sambil berkata , " he kamu, bangun, apa jadinya kamu kelak jika setiap saya ajar selalu tidur, ayo bangun !!!! ".

Si fulan selalu saja membawa gunungan (model wayang) didamanapu  dia berjalan disekolah, termasuk saat didalam kelas. Teman-temannya merasa sangat terganggu dengan hobi si fulan. Akhirnya sang guru kesenian memarahi si fulan dengan nada tinggi, " hei fulan, kamu tidak akan jadi orang sukses kalau hanya bermain-main dengan gununganmu itu ".

Bu ninik, bercerita kepada teman-temannya saat pertemuan MGMP bahasa jawa, dia menceritakan siswanya disekolah selalu memukul-mukul meja dengan apa saja. Saat diajar selalu mengganggu temannya. Sang guru memarahinya namun tetap saja diulangi perbuatannya. Hingga suasana kelas tidak kondusif, melalui ketua kelas melaporkan si anak untuk dipindahlan kekelas lain.

Seorang guru agama marah besar pada hari senin. Saat itu dilaksanakan praktik wudhu untuk kelas X. Hampir semua siswa mampu wudhu dengan benar, Namun ada anak bernama marko yang sama sekali tidak hafal niat dan rukun wudhu, padahal sang guru selalu membimbingnya. Guru pun dengan marah berkata , " lihatlah, teman temanmu saja pandai praktik, kamu saja yang tidak bisa ".

Kondisi kasus -kasus diatas adalah salah satu potret proses belajar mengajar disekolah. Mungkin ada dua variabel yang bisa dilihat yaitu sang guru dan siswa. Namun, bila diuraikan lebih dalam, maka sebenarnya ada banyak variabel yang saling berkaitan erat membangun suatu kondisi proses belajar mengajar.

Seorang guru tidak bisa melihat kondisi siswanya hanya pada satu titik variabel, mengabaikan variabel lain, bisa jadi yang lain adalah masalah yang lebih besar. Permasalahan yang dihadapi oleh siswa/i kita sangatlah komplek, dan multidimensi. Perlu diketahui bahwa siswa/i kita mempunyai jutaan pilihan masa depan, jutaan jalan menuju kesuksesan. Maka sungguh, disinilah diperlukan kekompakan, sinergi, saling memadukan emosi antara siswa dan guru.

Dari sekian masalah dengan siswa, seorang guru pastilah punya rasa kecewa, gelisah, marah. Namun, guru harus bisa sempurna, hebat dalam mengatasi siswanya, mari kita kembalikan kepada profesi seorang guru yang mempunyai tugas pendidikan dan pengajaran untuk pergantian generasi kedepan.

Tugas guru memang berat, tetapi tidak mustahil bisa dilakukan dengan semngat dan keiklasan. Disinilah kehebatan seorang guru. Seorang guru memang harus serba bisa, multitalenta dalam menghadapi siswanya. Guru tidak hanya menyelesaikan RPP dikelas dalam bentuk mengajar, akan tetapi lebih daripada itu pada proses pendidikan, yaitu menggali dan mengarahkan potensi siswa, mengembangkan potensinya untuk mampu mengarahkan menuju pilihan masa depannya.

Lantas bagaimana menjadi guru hebat itu ?

Guru hebat mampu melampaui ini :

1. Guru sebagai pengajar. Sebagai pengajar, seorang guru harus menjadi orang terpandai dan bisa menyelesaikan masalah pembelajaran. Sebagai guru mampu menuntaskan materi pembelajaran sesuai dengan tingkat kompetensi siswa.

2. Guru sebagai pendidik. Sebagai pendidik, guru mengarahkan sikap dan perilaku anak untuk baik terhadap semua orang, mengarahkan tujuan cita citanya.

3. Guru sebagai pejuang akademik. Selain guru mengajar didepan kelas, talenta guru juga harus mampu membesarkan sekolahnya. Katakanlah saat ujian nasional berlangsung, dengan raihan siswa nilai terbaik dalam hasil ujian nasional, otomatis akan menambah citra baik pendidikan disekolah terkait.
Dalam ilmu pemasaran (baca:marketing), sekolah yabg mempunyai kualitas terbaik diantara yang baik, maka akan laku dipasaran (baca: pelanggan). Ketika kualitas pendidikan disekolah baik, maka calon wali siswa akan berbondong menyekolahkan anaknya kesekolah tersebut.

*esemkamu.com*

Your Reactions:

Admin
Ini adalah situs resmi SMK Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek. Kami senang dapat hadir di tengah anda, memberikan informasi dan edukasi. Dari Persyarikatan untuk Indonesia.