Kolom Gerakan Literasi : Toleransi Dalam Bermasyarakat Sesuai Dengan Penerapan Bhineka Tunggal Ika I Eka Agustina I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek
Kolom Gerakan Literasi : Toleransi Dalam Bermasyarakat Sesuai Dengan Penerapan Bhineka Tunggal Ika I Eka Agustina I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek

Kolom Gerakan Literasi : Toleransi Dalam Bermasyarakat Sesuai Dengan Penerapan Bhineka Tunggal Ika I Eka Agustina I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek



        Dalam memperingati Hari Literasi Internasional saya ingin membuat sebuah literasi yang berjudul “Toleransi Dalam Beragama Sesuai Dengan Penerapan Bhineka Tunggal Ika”.Sebelum itu sebaiknya kita mengetahui lebih dalam dahulu tentang Bhineka Tunggal Ika yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.Dari situ dapat kita cerna bahwa dalam kehidupan sehari-hari dapat kita terapkan apa yang menjadi landasan utama bagi seseorang apabila ingin dihargai.

        Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari Bahasa Jawa Kuno  yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.Diterjemahkan per kata, kata bhinneka berarti "beraneka ragam". Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia.

Kata tunggal berarti "satu". Kata ika berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

 Maka untuk itu Indonesia memilih semboyan Bhineka Tunggal Ika, yang bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia agar dapat mengusir penjajah dari bumi ibu pertiwi ini.Tetapi semboyan Bhinneka Tunggal Ika pada zaman sekarang sudah tidak berguna lagi di masyarakat Indonesia, karena banyaknya tawuran antar Desa, Antara pelajar, dan lain-lain sudah menjamur di seluruh pelosok Indonesia.Jadi Pengorbanan masyarakat dulu sudah tidak berarti lagi di zaman sekarang, pada zaman dahulu banya peristiwa heroik terjadi setelah ataupun sebelum kemerdekaan.

Contoh saja peristiwa besar yang terjadi di kota Surabaya pertempuran antara arek-arek Surabaya dan sekitarnya melawan para tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali Indonesia, tetapi dengan gagahnya pemuda-pemuda itu bersatu dan mengusir tentara sekutu.Semua itu di lakukan agar para anak cucunya di masa depan agar bisa merasakan kehidupan yang lebih baik dari mereka, maka untuk itu kita harus membangkitkan rasa Nasionalisme kita terhadap bangsa ini, jangan cuma pada saat Malaysia mengklaim sesuatu milik kita menjadi kepunyaan mereka, maka kita harus menghargai jasa para pahlawan zaman dulu, karena tanpa jasanya kita tidak bisa hidup nyaman seperti sekarang ini.

Mencermati keragaman di Indonesia memang cukup menarik. Sikap keragaman masyarakat Indonesia memang sudah masuk pada taraf toleransi, yang artinya suatu kecenderungan untuk membiarkan perbedaan itu sebagai fakta sosial yang tidak bisa dihindari. Sikap ini penting karena mengakui keragamaan sebagai kondisi alamiah yang perlu dihargai.

        Indonesia merupakan negara kepulauan.Dalam suatu Negara tidaklah berfungsi untuk saling memusuhi melainkan kita harus saling tolong menolong dan saling menghargai walaupun terdapat banyak perbedaan.Bapak Proklamasi pun pernah berkata “Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”.

        Dari kalimat tersebut dapat kita pahami bahwa suatu Negara bukanlah digunakan untuk peperangan ataupun permusuhan.Dulu memang di Negara kita pernah terjadi peperangan antar penjajah dan para Pahlawan yang rela gugur membela Negara ini dan memerdekakan dari suatu penjajahan,tapi itu dulu.Apakah Indonesia sudah merdeka?Belum,Indonesia memang sudah merdeka dari penjajah tapi bukan dengan permusuhan yang ada pada saat ini.

        Disini kita dapat mengerti bahwa negara ini bukan untuk permusuhan kita harus sama sama berjuang dan menegakkan kesatuan dan persatuan.Walau ada perbedaan antara ras dan golongan ataupun warna kulit,justru disitulah letak dari kebersamaan kita.Kita makhluk sosial yang saling membutuhkan antar sesama bukannya membenci karena adanya suatu perbedaan.Dari situ kita dapat mengetahui bukan,apa yang dimaksud perbedaan.Jadi dari situlah kita dapat menerapkan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi disini saya mengidentifikasikan tentang perbedaan aliran dalam beragama di lingkungan saya,dan saya mengangkat antara perbedaan aliran NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah.Walaupun banyak pandangan yang bersebrangan, namun ada satu benang merah yang menyatukan keduanya. Antara NU dan Muhammadiyah sama-sama memiliki sikap yang toleransi dengan agama lain, tidak berat sebelah dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya.

        Di Negara ini banyak agama yang berbeda beda tapi disini saya menceritakan agama Islam karena saya lebih paham dengan ajaran Islam daripada agama lainnya.Ada dua aliran didalam agama islam yaitu NU Dan Muhammadiyah.Meskipun berbeda aliran antara NU dan Muhammadiyah tetapi masih tetap bisa bersama dan saling menghargai satu sama lain.Meski keduanya saling berbeda pandangan namun satu tujuan yaitu menuju agama yang diridhoi Allah.Meskipun dengan cara yang berbeda tetapi tetap satu.
       
        Saya bersekolah di SMK Muhamadiyah dan saya menganut aliran NU,tetapi bukan berarti saya tidak mengikuti pelajaran Kemuhamadiyahan saya dapat menghargai keduanya karena sama sama menuju kepada kebaikan dan menuju ke jalan yang terang dan memberi petunjuk jalan yang lurus.Disamping itu kita harus saling menghargai sesama makhluk ciptaan Allah dan kita tidak boleh saling menghina karena kita semua bersaudara.Pendidikan tidak semata-mata sebagai sebuah hak, melainkan juga kunci dalam memasuki kehidupan baru.

        Kita beribadah sesuai dengan aturan agama kita dan berbeda dengan agama kristen,budha,katolik dll.Kita tidak boleh melarang apabila seorang yang berbeda agama dengan kita untuk beribadah atau melakukan perayaan.Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu “Kita harus menghargai semua perbedaan apapun itu yang menyangkut tentang keagamaan.”

        Selain dalam beragama kita dapat mengangkat hal lain yaitu tentang perbedaan harta.Di dalam masyarakat ada yang kurang mampu dan ada yang kaya.Namun sebenarnya perbedaan harta bukan untuk menciptkan permusuhan yang banyak terjadi dikalangan sa’at ini.Kenapa mereka mempermasalahkan itu karena mereka merasa paling kaya diantara yang lain.Hingga mereka lupa bahwa diluar san masih banyak yang membutuhkan sebagian harta tersebut.

        Namun mereka mengabaikan itu dan lupa bahwa semua hanyalah titipan dari Allah Swt.Kita seharusnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan dan tidak luput dari kesalahan.Namun apa salahnya apabila kita saling menghargai perbedaan tersebut,dan tidak menghina yang miskin dan tidak juga memuji yang kaya.Mungkin mereka melakukan itu semua merasa senang karena menghina yang miskin adalah suatu penghargaan bagi mereka yang kaya.

        Bukan tentang banyaknya harta yang akan diperhitungkan di Akhirat kelak melainkan banyaknya ketakwaan kita terhadapa Allah Swt.Dan salah satu dari sifat taqwa itu adalah kita saling menghargai sesama manusia dan tidak merendahkan harga diri seseorang yang lebih rendah dari kita.Kita mempunyai harta bukan untuk membeli harga diri seseorang melainkan memerlukannya sesuai dengan kebutuhan bukan yang lain.Penerapannya yaitu “Hargailah seseorang itu kaya ataupun miskin karena dengan menghargai itu kita juga dihargai sesama.”

        Perbedaan derajat dalam bermasyarakat,namun kebanyakan Manusia memang sering membeda-bedakan manusia, manusia biasanya mau bergaul hanya dengan manusia yang sama derajatnya. Kebanyakan manusia merasa jijik untuk bergaul atau berinteraksi dengan manusia yang derajatnya ada di bawahnya. Dan ketika dia harus berhadapan dengan manusia yang derajatnya berada di bawahnya, maka dia akan memperlakukannya tidak seperti sedang berhadapan dengan manusia, dia memperlakukannya seolah-olah barang mati yang tidak berharga dan tidak mempunyai harga diri dan perasaan.

Kita seharusnya tidak boleh sombong dengan apa yang kita miliki karena di mata Tuhan kita semua itu sama apalagi dalam hal perbedaan derajat.Dari situ kita dapat mengerti bahwa perbedaan derajat bukanlah pembeda bagi setiap manusia melainkan pelengkap untuk saling menghargai sesama.Karena yang derajatnya tinggi belum tentu sifatnya pun baik sebaliknya yang derajatnya rendah belum tentu bersifat jelek.Orang berderajat tinggi memang ada yang disombongkan dan merasa lebih tinggi dari sang pencipta hingga mereka lupa bahwa segalanya milik Allah Swt.

Dalam bermasyarakat pasti kita pernah melakukan yang namanya musyawarah mufakat namun biasanya didalam musyawarah itu tercipta yang namanya perdebatan atau berbeda pendapat.Ia mungkin sulit menerima suatu pendapat yang tidak sejalan dengannya. Ia akan memaksakan kehendak. Tanpa memedulikan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, ekstremnya, ia mau menang sendiri.
Menurut saya, orang yang memiliki karakter semacam ini, besar kemungkinan akan dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya. Orang semacam ini "tidak akan bertahan lama." Ia akan "diasingkan" dari lingkungannya, sebagai bentuk sanksi sosial.Mungkin juga, akan ada orang yang memusuhi dan terus memusuhinya.Kita harus ingat, bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Kita hidup bersosial. Kita hidup bertetangga. Kita hidup bermasyarakat. Ya, kita hidup dalam suatu kelompok dan komunitas yang beragam, berbeda suku, agama, ras, dan lainnya. Dan kita juga harus ingat, bahkan Tuhan juga telah menciptakan kita dengan berbagai perbedaan satu sama lain. Tujuannya, tidak lain, melainkan agar kita bisa saling belajar dan menghargai satu sama lain, dan saling rukun serta harmonis di antara sesama.
Bila hal demikian, bisa kita lakukan, maka tidak akan ada lagi yang namanya perselisihan, percekcokan, dan saling bermusuhan satu sama lain. Yang ada malah, saling menguatkan, saling memberi motivasi dan inspirasi, saling harmonis satu sama lain. Bukankah hidup yang seperti ini harapan kita bersama? Jawabannya, sudah pasti ya. Siapa juga, yang mau dalam kehidupannya diliputi dengan berbagai macam pertentangan, perselisihan, perseteruan. Semuanya itu, pasti kita akan berusaha untuk menghindarinya.
Ada sedikit contoh penerapan semboyan Bhineka Tunggal Ika pada kehidupan sehari-hari, antara lain :  
1.Berteman dengan siapa saja.Meskipun berbeda keyakinan dan pendapat.  
2.Bersikap merendah dan tidak sombong terhadap orang lain.
3.Memberikan kebebasan beragama terhadap orang lain.  
4.Tidak memaksa orang lain untuk mengikuti ajaran agamannya.  
5.Bersikap adil terhadap sesama.Entah itu dalam bermasyarakat atau antar pelajar  
6.Bertindak, bersikap, dan berperilaku sesuai norma/aturan yang berlaku di masyarakat.  
7.Menumbuhkan sikap tenggang rasa antar sesama warga negara Indonesia.
8.Memiliki sikap toleran yang tinggi atau mudah memaafkan orang lain.  
9.Menjaga suasana masyarakat agar selalu tentram agar tidak menimbulkan perpecahan.  
10.Menjunjung tinggi kepentingan bersama di atas kepentingan individu maupun golongan.  
11.Rela berkorban demi keutuhan NKRI.
12.Menghindari perilaku membeda-bedakan orang lain berdasarkan sederhana atau kaya kehidupannya.
13.Menghargai dan menghormati setiap perbedaan pendapat yang ada.
14.Menjalankan setiap kewajiban yang kita miliki sebagai warga negara.  
15.Menerima hak sewajarnya dan tidak berlebihan.  
16.Gemar bergotong-royong dalam menyelesaikan berbagai hambatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

        Di wilayahku sebagian masih banyak yang belum menerapkan itu semua karena mereka kurang sadar tentang betapa kerasnya perjuangan para pahlawan melawan penjajah.Dengan membaca itu kita dapat mengerti apa yang dimaksud dengan perbedaan,dan perbedaan bukan alasan untuk kita merendahkan orang lain.Tujuan Allah Swt. menciptakan makhluk hidup adalah supaya sesama manusia itu tercipta kerjasama dan interaksi dan diciptakan berbeda supaya saling melengkapi satu sama lain dan supaya saling menjadi penolong. karena manusia tidak lepas dari perannya sebagai makhluk sosial yanga artinya tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.

Kita harus mampu mengimplementasikan secara tepat dan benar, Negara Indonesia akan  tetap kokoh dan bersatu selamanya.Bhineka Tunggal Ika pada era Globalisasi saat ini, Indonesia pada saat ini banyak mengalami kemunduran persatuan dan kesatuan. Penyebabnya adalah adanya ketimpangan sosial, kesenjangan ekonomi, belum stabilnya kondisi politik pemerintahan di Indonesia menjadikan rakyat tumbuh menjadi rakyat yang apatis terhadap pemerintah.Dampak buruk globalisasi yang membawa kebudayaan-kebudayaan baru menjadikankomposisi kebudayaan masyarakat Indonesia menjadi lebih kompleks atau rumit.         

Banyaknya kebudayaan baru yang datang dan diterima begitu saja, menyebabkan terjadinya penyimpangan kebudayaan di masyarakat. Belum lagi masalah klasik yangsepele namun berdampak serius seperti perbedaan suku, agama, ras dan antar golonganyang semakin memecah belah kesatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Melihat kondisi seperti ini tentu kita semua tidak boleh pesimis dan patah semangat, Semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Selamanya akan tetap relevan untuk mengiringi kehidupan bernegara di negeri yang multikultural ini,karena komposisi kehidupan rakyat Indonesia akan terus beragam sampai kapanpun.Ketimpangan sosial, kesenjangan ekonomi, perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan di antara kita janganlah dijadikan pembeda. Perkembangan jaman yang cepatdan masuknya budaya baru biarkanlah berlalu, karena pada dasarnya kita semua satu,satu Bangsa, Bangsa Indonesia. Satu tanah air, Tanah air Indonesia. Satu bahasa, bahasa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua. Jaya Indonesia !

Demikian literasi yang dapat saya tulis semoga bermanfaat bagi pembaca dan kita semua.Bahwa kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia kita satu kita tidak boleh saling memusuhi atau bertengkar kita harus sama-sama berjuang untuk mencapai kemerdekaan yang sebenarnya.Apabila ada salah kata yang kurang berkenan dalam literasi saya,saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya.Terima Kasih.

*Eka Agustina, Siswa SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek


Your Reactions:

Admin
Ini adalah situs resmi SMK Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek. Kami senang dapat hadir di tengah anda, memberikan informasi dan edukasi. Dari Persyarikatan untuk Indonesia.