Kolom Gerakan Literasi : Tradisi dan Budaya I Shefia Nur Halimah I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek
Kolom Gerakan Literasi : Tradisi dan Budaya I Shefia Nur Halimah I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek

Kolom Gerakan Literasi : Tradisi dan Budaya I Shefia Nur Halimah I SMK Muhammadiyah 1 Trenggalek



          Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu Bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu Bangsa yang merdeka. Pemilihan umur jangan menjadi tempat pertempuran perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan Indonesia, itu bukan omong kosong tetapi benar- benar didukung oleh kekuatan yang timbul pada akar sejarah Bangsa kita sendiri. Jatuh bangunnya Negara ini sangat tergantung dari Bangsa ini sendiri, makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambaran seuntaian pulau dipeta. Kita Bangsa besar kita bukan Bangsa tempe, kita tidak akan mengemis,kita tidak akan meminta- minta,apalagi jika bantuan- bantuan itu diembel-embeli dengan syariat ini syariat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi dijadikan budak. Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan ? dua hidup ini akan aku persembahkan kepada “ TANAH AIR INDONESIA “ akan aku tinggalkan kekayaan alam Indonesia biar semua Negara besar dunia besar iri dengan Indonesia , dan aku tingalkan hingga Bangsa Indonesia sendiri yang mengelolahnya.         
        Jangan mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna, selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai. Berjuanglah terus dengan mengucurkan banyak-banyak keringat! Kemerdekaan ini bukanlah hadiah dari Belanda. Kemerdekaan ini tidaklah didapatkan dengan cuma-cuma, kemerdekaan ini adalah tetesan darah para pejuang Bangsa. Hargailah hasil dari perjuangan orang-orang sebelum kita demi masa depan anak cucu kita, jadikanlah perbedaan sebagai sebuah kerukunan dalam Berbangsa dan Bernegara agar terlihat indah dengan banyaknya warna. Dan janganlah menjadikan sebuah perbedaan sebagai kesombongan akan rasa paling benar dalam berfikir dan bertindak, karena perbedaan yang mengakibatkan perpecahan yang membuat Bangsa dan Negara melemah. Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia. Merah darahku adalah ungkapan bahwa semangat yang berkobar tidak akan padam hingga tetesan darah teraqir, dan putih tulangku adalah mental baja yang tidak akan pernah pudar walau panasnya peluru menembus tubuh, perjuangan Bangsa Indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini,hari esok dan selamanya. Perjuangan kita belum beraqir, mari kita perjuangkan bersama-sama Indinesia adil dan sejahtera “ DIRGAHAYU INDONESIA” apabila didalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
        Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara namun jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya, apakah kelemahan kita? Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri sebagai bangsa sehingga kita menjadi bangsa penjiplak Luar Negeri kurang mempercayai satu sama lain , padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong. Jadikan bahu-bahu kita menjadi kokoh bak baja, karena masih banyak saudara-saudara kita yang masih memerlukan tempat untuk bersandar. Darahmu tumpah ditanah pusaka,jiwamu mengawal tegaknya Indonesia,engkau kusuma jiwaku. Kini kita dapat tertawa puas menggapai mimpi    dengan bebas asal rajin dan tak malas melanjutkan kemerdekaan yang tegas. Jasa pahlawan jasa penuh kenangan, jasa yang tak mampu dibeli dengan harta, jasa yang punya tujuan”MERDEKA ATAU MATI” saudaraku? Mari bangkit bersama membangun Negeri tercinta. Kemerdekaan bukan tanda untuk berhenti berjuang tapi tanda untuk berjuang dengan lebih keras, nasib bangsa kita tak akan berubah jika kita tak merubahnya mari sama-sama berjuang memperbaiki diri agar bermanfaat untuk Negeri.

          Indonesia merupakan Negara demokrasi, Negara dimana persatuan dan kesatuan tetap berjalan dengan baik dengan kondisi masyarakat yang saling menghargai perbedaan suku,budaya,adat istiadat,bahasa,agama dll. Terlebihnya di Daerah saya, yang saya sendiri tinggal di Daerah Kabupaten Trenggalek dimana Daerah tersebut banyak memiliki bebagai keragamaan budaya bahkan berbagai macan tradisi dimana tak lepas dari kegiatan tradisi yang berbeda-beda sudah menjadi kebiasaan para warga masyarakat setempat untuk saling menghargai perbedaan tersebu. Adanya perbedaan suku,bahasa,agama,serta budaya telah terbentuk menjadi satu kesatuan yang utuh ( NKRI ), yang membentang dari Sabang sampai Meraoke. Keragaman tersebut berdiri tegak dalam lingkaran persamaan di bawah naungan satu Bendera  yaitu, Bendera Merah Putih, satu lagu kebangsaan yaitu: Lagu Indonesia Raya, satu lambang Negara yakni seekor Garuda yang memiliki azaz pancasila.                                                             
          Jika merujuk pada esensi atau missi dari “BHINEKA TUNGGAL IKA” yang hakikatnya mengandung nilai-nilai nasionalisme yaitu persatuan,kesatuan,serta kebersamaan untuk satu niat dan satu tujuan ( visi dan misi ), yang dijalin erat oleh rasa persaudaraan. Sudah tentu, keragaman yang terikat dalam  Bhineka Tunggal Ika adalah aset yang paling berharga bagi Bangsa  Indonesia untuk mewujudkan cita-cita leluhurnya, yakni menata dan  membangun bangsa Indonesia untuk menjadi Bangsa bermartabat yang mampu berdiri sendiri: adil,makmur,damai,sentosa. Tapi bagaimana mungkin, Garuda yang konotasi melambangkan eksistensi serta perjalanan Bangsa Indonesia di era kemerdekaan, bisa mengepakan sayap dan terbang mengangkasa, bila pancasila hanya sebatas ruh yang pasif dalam jasadnya, dan Bhineka Tunggal Ika menjadi penggerak bagi ruh tersebut tidak dinamis, atau tidak bergerak efektif sesuai inti dari kandungan makananya.                       
          Kebudayaan dan Tradisi sangat erat hubungannya dengan masyarkat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Kebudayaan adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat komplek,abstrak dan luas. Banyaknya aspek Budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosial Budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Ada istilah lain yang menyatakan bahwa Kebudayaan adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang diplorasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keestimewaan. Kebudayaan dan tradisi sangat erat hubunganya dengan masyarakat. Kebudayaan dan tradisi mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma ilmu pengetahuan, serta keseluruhan struktur-struktur sosial,religius dan tambahan lagi segala pertanyaan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
            Kebudayaan dan tradisi selalu berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang  dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,adat istiadat,bahasa,pakaian dan karya seni. tradisi merupakan sebuah roh dari kebudayaan yang memperkokoh sistem kebudayaan. Tradisi pun teruji dari tingkat efektivitas dan efisiensinya, serta selalu mengikuti perjalanan perkembangan unsur kebudayaan. Tradisi dapat berbentuk sikap atau tindakan dalam mengatasi persoalan, apabila efektivitas dan efisiensinya mulai rendah tradisi pun akan segera luntur dan ditinggalkan oleh pelakunyaSejatinya, pemahaman dari sebuah tradisi adalah sikap atau orientasi pikiran atau benda material atau gagasan yang berasal dari masa lalu yang diambil oleh masyarakat pada masa sekarang. Sikap serta orientasi ini memenuhi bagian penting dari keseluruhan warisan historis dan mengangkatnya menjadi tradisi.              
           Trenggalek merupakan Daerah yang banyak akan perbedaan tradisi, bahkan disetiap daerah mempunyai tradisi sendiri-sendiri. Tradisi itu sendiri di kembangkan melalui kebiasaaan-kebiasaan masyarakat setempat dengan kebiasaan-kebiasaan itu bisa menampakkan tradisi mereka, meskipun banyak perbedaan tradisi di antara masyarakat tapi masyarakat setempat tak pernah saling membeda-mbedakan bahkan menghina antara Daerah yang satu dengan Daerah yang lainya. Haruskah perbedaan tradisi,adat istiadat,bahasa,agama pecah belah? Tidak. Kenapa? Karena pada dasarnya kita adalah Indonesia satu Bahasa satu kesatuan Pancasila yang berdiri dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika perbedaan tradisi tidak memandang segi sisi kanan kiri depan maupun belakang dari mana kita melihat perbedaan tersebut. Bahkan tidak akan menjadikan sebuah perpecahan diantara kita.

           Tradisi Tradisonal Jawa dan Kebudayaan Islam menghasilkan perbaduan beragam kesenian, yang paling menonjol dikarenakan sangat berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Seni atau tradisi ini sudah menjadi jati diri masyarakat di Daerah ku dan di aktualisasikan melalui beragam ekspresi,hiburan,festival dan sebagainya.     Sepertihalnya tradisi yang ada di Daerah ku yang mayoritas di laksanakan pada musim-musim kemarau berkepanjangan seperti halnya kemarau yang terjadi saat ini, tradisi itu adalah Tari Tiban. Tari Tiban atau lebih tepatnya ritual Tiban merupakan tari atau ritual rakyat yang turun temurun menjadi bagian kebudayaan masyarakat Trenggalek. Tari Tiban selalu dipertunjukan saat musim kemarau yang berkepanjangan dengan tujuan sebagai permohonan diturunkan hujan. Tari Tiban sendiri terbagi menjadi 2 kelompok masing-masing dipimpin 1 orang wasit atau biasa di sebut Ladang atau Pladang. Dalam ritual ini selalu diiringi dengan alunan musik layaknya gamelan lengkap yang terdiri dari kendang,kentongan, dan gambar laras.
          Ritual ini cenderung ritual layaknya ajang mengadu ilmu ketrampilan atau kesaktian sambil menari-nari dan saling mencambuk dengan hitungan yang ditentukan oleh Landang. Cambuk yang digunakan dalam tari ini terbuat dari lidi pohon aren yang biasa disebut ujung. Permainan ini akan berlanjut sampai sore hari, dan bagi mereka yang merasa tidak sanggup melanjutkan akan digantikan oleh kelompok berikutnya. Tarian tiban adalah permintaab permohonan kepada yang Maha Kuasa berharap diturunkannya hujan. Ada makna dibalik ritual Tarian Tiban yaitu: sebuah harapan,sebuah pesan yang luhur demi kelestariannya alam. Bukanlah kekerasan yang ditonjolkan melainkan nilai-nilai luhur atau sebuah pesan untuk menjaga keseimbangan alam. Itulah Tradisi di Daerah saya yang bisa di bilang menjadi suatu ciri khas yang dilaksanakan masyarakat kami disetiap kemarau berkepanjangan..
         Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah sesuatu yang diciptakan oleh manusia sebagai mahluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.

  INDONESIA “
Wahai Bangsa Indonesia
Tetap tegaklah berjuang demi Bangsa
Indonesia Negara yang kaya
Bersatu demi kemajuan Negara
Indonesia cinta damai
Rakyat pembela demokrasi
Tak kenal kata mundur diri
Pemuda pemudi yang selalu mengabdi
Indonesia...
Lambang kesatuan pancasila
Ideologi Bhineka Tunggal Ika
Walau pecah belah tetap satu jua

       “ SELAMAT BERJUANG BANGSA INDONESIA ! CINTAI  TANAH  AIRMU, SEBAGAIMANA  PARA  PAHLAWAN  MENCINTAI  NEGARA KITA . INDONESIA MERDEKA “

*Shefia, Siswa SMK Muammadiyah 1 Trenggalek
        

Your Reactions:

Admin
Ini adalah situs resmi SMK Muhammadiyah 1 Kabupaten Trenggalek. Kami senang dapat hadir di tengah anda, memberikan informasi dan edukasi. Dari Persyarikatan untuk Indonesia.